If you want to …

“If you want to see a ahonesty, want to see a sincerity, and want to see love in someone. Look at his/her eyes, because eyes never lied”

yeah! my quotes for today. Because that’s real :’)

Advertisements

Nina – Someday!

Someday you’re gonna realize
One day you’ll see this through my eyes
By then I won’t even be there
I’ll be happy somewhere even if I cared

I know you don’t really see my worth
You think you’re the last guy on earth
Well I’ve got news for you
I know that I’m not that strong
But it won’t take long, won’t take long

‘Cause, someday someone’s gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone’s gonna take your place
One day I’ll forget about you
You’ll see I won’t even miss you
Someday, someday

Right now I know you can’t tell
I’m down and I’m not doing well
But one day these tears, they will all run dry
I won’t have to cry sweet goodbye

Cause, someday someone’s gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone’s gonna take your place
Oh, one day I’ll forget about you
You’ll see I won’t even miss you
Someday, I know someone’s gonna be there

Someday someone’s gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone’s gonna take your place
One day I’ll forget about you
You’ll see I won’t even miss you
Someday, someday..

Mashed Potatoes Story!

Hari ini adalah hari kamis, hari libur kuliah! Terkadang saat kita sendiri, semua macam kenangan biasanya cepat terlintas di dalam pikiran. iya gak? hehe.. I think I want to do something today. Cook, yap! Actually I’m not very expert in cooking. But, at least I can cook a good food.

Jadi inget kamu deh! Your favorite food is potatoes. All kinds of potato dishes you like. On the cob, in fritters, baked, made ​​into a spicy dish, made into soup, fried foods semua kamu suka.

One day, you asked me to be made a mashed potato dish. I tried it at the time, but I failed. You look sad, but you’re still eating mashed potatoes I made ​​at that time 😦

However, these days do you know? After you’ve gone, after you not with me anymore, after you go with a new story with another girl, I tried to make mashed potatoes anymore like it used to. And this time I managed to make it. do you want to taste it? just a little bit? :’)

Aku berusaha dan aku bisa melakukannya, andai saja kamu melihatku membuatnya

Gambar

Recipe:

Ingredients:

500gr potatoes, 25 gr butter, 30ml warm milk, papper powder 1/2 teaspoon, 25gr melted butter, and 30gr grated cheese.

How to make???

  • The first step you do is peel the potato skins. Once peeled, you can wash it and cut into 4 pieces
  • After that, you can boil it down to the water that has been sprinkled with salt. Cook until done, then remove and drain.
  • Once drained, you can smooth the potatoes using a potato smoothing. Make the potatoes into a dough.
  • Add butter, warm milk, salt, and pepper. After that, stir until the dough evenly.
  • Pour batter in a heat resistant dish that has been spread with margarine.
  • Once the dough is all set, flush with melted butter, then sprinkle with grated cheese.
  • Finally, bake the dough on low heat until golden brown.

Morning!

Good morning!
When I woke up in the cold morning
I thought I remembered you, our memories
What are you doing now?
Do you still remember me?
Are you think of me when you wake up?
Are you still sipping your warm tea in the morning?
Are you still difficult to be aroused, despite wearing an alarm?
Now, who is the person who you give greeting ‘good morning’, who has replaced me?
Oh .. This cold morning dispelled all my mind, reminding me of our memories
Usually you’re the first person who gave me warmth when I’m cold, you held me tight, because you know I don’t like the cold
And in these cold mornings, I’m cold
You do not hug me anymore
But, I still hug you from afar with another way
With prayer, with love, with the memories of our past

My Childhood Friends

What do you think about friends? Are you’ve found a friend who is always with you? When you are happy or sad? kamu pasti sangatlah beruntung jika telah menemukannya! 🙂

Saat aku kecil, Ibuku pernah bilang “suatu saat nanti akan ada dimana seorang temanmu yang akan melindungi kamu saat kamu ketakutan, menemanimu saat kamu sedih, menghapus air matamu ketika kamu sedih, dan menemanimu disaat kamu senang/sedih.”

Ini adalah cerita yang membuat aku belajar tentang bagaimana rasanya memiliki teman saat pertama kalinya. Siapa lagi kalo bukan teman semasa kita kecil yang membuat kita belajar memahami arti dari pertemanan itu sendiri.

Tinggal ditempat pemukiman padat penduduk yang diisi oleh banyak sekali masyarakat menengah kebawah memang membuat gadis kecil ini menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, matanya yang coklat menyala, rambutnya yang bergelombang berwarna coklat kemerahan, dan juga warna kulitnya yang putih pucat ini membuat dia tampak seperti boneka. Anak perempuan yang cantik dan lucu ini memang memiliki keturunan belanda yang membuat dirinya sedikit berbeda dari anak-anak disekitarnya. Perrie adalah nama si gadis yang mirip boneka itu. (kok namanya mirip aku ya? :p)

Ayahnya adalah seorang Chef disalah satu hotel berbintang 3 di kota bandung, dan Ibunya bekerja sebagai karyawati di salah satu kantor pemerintahan yang dekat dengan rumahnya. Sebenarnya keluarga kecil ini bisa saja tinggal di tempat yang lebih mewah dari tempat tinggalnya yang sekarang, namun keluarga kecil ini sangat sederhana dan ingin belajar untuk membangun rumah tangga dari nol sampai nanti makin hebat. Maka dari itu mereka tetap tinggal disini, dengan alasan memang kantor Ibu dekat dengan rumah.

Adhit, Tedy, Fahmi, dan Angga adalah teman-teman Perrie sejak berusia 3 tahun. Usia mereka yang tidak terpaut jauh, rumah yang saling bersebelahan, dan juga karena sering menghabiskan waktu bersamalah yang membuat mereka berlima berteman sampai mereka sekarang sudah masuk sekolah dasar.

Adhit adalah anak dari seorang tukang jahit, badannya yang gembul membuatnya menjadi anak yang memiliki postur terbesar diantara teman-temannya. warna kulitnya sawo matang, padahal dulu warna kulitnya putih bersih (mungkin karena keseringan main layangan kali ya? hehe). Tedy, dia ini adalah anak yang paling malas diantara teman-teman yang lain. Males belajar, males makan, males mandi dan males segalanya. Support dari teman-temannya lah yang membuat anak ini lebih aktif dan lebih mengurangi rasa malasnya. Kurus dan paling tinggi itulah Tedy.

Fahmi adalah yang paling muda di antara temannya yang lain (beda satu tahun doang). Mainan Fahmi yang paling banyak, dan dia adalah cucu dari ketua RW di tempat tinggalnya ini, dia agak sedikit manja, sedikit sombong, tapi dia care dengan teman-temannya karena selalu mau meminjamkan mainan-mainannya (walaupun sombong dulu pastinya hehe). Satu lagi, Angga. Dia ini yang paling jago olahraga, yang paling berani, dan yang paling dewasa. Maka dari itu Perry, Adhit, Tedy & Fahmi sepakat menunjuk dia sebagai ketua gank (waduh masih kecil juga loh udah punya gank haha). Mereka selalu bermain bersama, selalu berlima, dan Perrie menjadi satu-satunya perempuan disana.

Learning! Yap! hidup ini adalah belajar, banyak sekali pelajaran yang kita terima dari hidup ini, kita belajar dari pengalaman kan? Pertemanan pertama mereka ini membuat mereka banyak sekali belajar.

Belajar menerima kelebihan dan kekurangan teman-temannya. Tidak melihat fisik seseorang, status sosial seseorang, dsb. Semuanya di isi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Belajar menjaga temannya (cowo-cowo berempat ini selalu menjaga Perrie saat selalu digodain Candra & Robi, anak nakal di deket rumah), Saat ada yang sedang sedih semuanya saling meminjamkan pundaknya, menghapus air matanya, dan siap menjadi badut untuk membuat temannya tertawa kembali. Anak kecil yang masih polos yang masih tidak tahu apa-apa belajar tentang hal tersebut.

Sampai akhirnya setelah mereka menginjak kelas 6 Sd. Keluarga Perrie harus pindah karena Ayahnya telah membeli rumah yang lebih layak untuk dihuni dan ingin mencari tempat dan lingkungan yang lebih nyaman. Adhit, Tedy, Fahmi, dan Angga kecewa dan menangis saat itu.

Perpisahan memang selalu ada, dimana ada pertemuan kan pasti ada perpisahan. Perpisahan itu makin rumit ketika Angga, Adhit, dan Tedy memberikan surat pada Perrie yang tiga-tiganya berisikan surat cinta (ah.. gaya bener ya anak  jaman gitu udah cinta-cintaan, sebel).

Ada ‘end’ dalam kata ‘friend’ bener kan? dan memang ending dari ini semua adalah pertemanan yang berakhir. Kenapa? Perrie yang bingung karena sangat menyayangi teman-temannya dan tidak bisa memilih salah satu diantara ketiganya. Akhirnya Perrie lebih baik tidak menjawab dan menghilang dari teman-temannya. (secara cobaan banget anak kelas 6 sd disukain 3 orang sekaligus dan temen-temen deketnya semua)

Semuanya sudah berakhir, saat sudah menginjak bangku sma, Perrie kembali ke tempat tinggalnya yang lama untuk melihat teman-teman masa kecilnya. Sudah berubah. Sudah berakhir. Perrie bertemu Adhit dan juga Angga yang sama sekali tidak saling menyapa, Adhit yang hanya terdiam saat melihat Perrie, lalu langsung meninggalkannya begitu saja. Angga yang membuang muka dan langsung masuk ke dalam rumah ketika berpapasan dengannya. Tedy yang sudah pindah ke tempat yang entah dimana, dan Fahmi lah yang akhirnya bisa Perrie temui meskipun dia hanya berkata “Kita semua nungguin kamu Per, bertahun-tahun. Sampai akhirnya mereka bertiga tahu bahwa mereka semua mencintai orang yang sama. Sejak saat itu mereka tidak pernah bicara, sampai akhirnya Tedy pergi dan sadar bahwa orang itu tidak akan pernah kembali. Persahabatan kita rusak, dan terima kasih sudah menghilang tanpa jejak. Terima kasih pernah menjadi teman terbaik dimasa kecilku”.

Perrie hanya duduk terdiam melihat bayangan Fahmi yang semakin lama semakin jauh dan menghilang. Terkadang memang sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi kelak, sesuatu hal bisa terjadi, tidak akan pernah ada yang tau hari esok akan seperti apa. Ya! pertemanan masa kecil memang menyenangkan namun, dunia ini adil. Tidak mungkin ada kesenangan jika tidak ada kesedihan dibaliknya.

Dan aku akan selalu mengenangmu my childhood friends :’)